AYAH

” Ayah dengarkanlah….Aku ingin bernyanyi walau airmata di pipiku….”

Sayup-sayup aku dengar lagu itu. Larut malam. Kala tak sejenak pun mata ini bisa terpejam. Beberapa hari ini aku mendapat firasat. Alam pun mempunyai tutur sendiri ketika menyampaikan suatu perihal. Tapi aku tak mampu ( dan tak ingin ) menerka makna firasatku. Mengapa kita sibuk meramal masa depan jika Tuhan telah menetapkan segala sesuatu tanpa pernah meminta persetujuan dari kita, begitu kata penyair.

Aku pun tak hendak meramal apa makna firasatku. Yang aku tahu, bahwa saat ini aku sangat merindukan ayah. Tak banyak kenangan yang kumiliki bersamanya. Tak banyak pula waktu kuhabiskan dengannya. Namun yang singkat itu begitu kuingat dengan jelas dan terpatri dengan kuat dalam hatiku.

Aku sama sekali tak mirip dengannya, begitu kata orang. Tapi darahnya mengalir hangat dalam ragaku. Aku tak pernah bersua lagi dengannya. Sangat ingin aku bertemu dengannya meski hanya dalam mimpi. Aku ingin bercerita banyak hal. Bahwa aku telah bisa menulis, mengeja huruf, dan bahkan membaca. Aku ingin membacakan tulisan-tulisanku untuknya, seperti ketika ia membacakan “Bung Karno” padaku. Aku tahu ia akan senang mendengarnya.

Namun kian besar keinginanku bertemu dengannya, kian jauh pula harapan itu terwujud. Kata ibu, itu artinya ayah tenang di sana. Ayah mendapat tempat yang indah di sisi-Nya. Amin. Namun tetap saja aku sangat, sangat ingin bertemu dengannya. Tak mengapa jika dalam mimpi itu aku tetap sebagai gadis mungilnya. Karena aku ingin sekali lagi merasakan hangat pangkuannya dan merajuk manja.

Ayah….aku yakin dan percaya bahwa kau masih tetap menjagaku hingga saat ini. Bahkan ketika aku merangkai tulisan ini, aku percaya kau ada di sampingku, membimbingku huruf demi huruf. Karena saat ini, airmata telah mengaburkan pandanganku dan aku tak sanggup lagi memegang penaku.

Advertisements

8 Responses

  1. jadi terharu deh
    sabar ya
    pasti ayah kamu tenang di sisiNYA

  2. kadang apa yg kita harapkan mmg ngga sll terwujud
    tp jangan takut untuk tetap bermimpi

  3. jadi kangen banget sama papaku..
    buat semua teman-teman yang masih punya kedua orang tua, manfaatkanlah waktu yang ada untuk buat kedua orang tuamu bahagia&bangga..jangan samapai kalian menyesal di kemudian hari…

  4. bener banget kata ninda
    sayangi ortu selagi mrk msh hdp

  5. jdi pgn nangis..
    huhuhu…
    i love my dad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: