RAHMAT SEMESTA ALAM

Islam hadir di muka bumi adalah sebagai rahmat bagi semesta alam. Islam bukan teroris seperti yang beberapa tahun terakhir ini “menggema” di seluruh belahan dunia. Rahmat bagi semesta alam bermakna amat luas dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup. Sebagai orang yang awam terhadap agama aku memang tidak bisa mengkaji banyak hal dari sudut pandang agama.

Namun aku menangkap dua peristiwa besar dalam kehidupan umat Islam yang mampu menjelaskan hal tersebut.
Pertama, peristiwa ibadah haji. Ibadah haji wajib dilaksanakan oleh seluruh umat Islam yang mampu, baik materi, fisik, mental maupun ilmu agamanya. Tiap tahun jamaah haji yang melakukan ibadah haji jumlahnya jutaan dan terus bertambah dari tahun ke tahun. Mereka memerlukan berbagai perlengkapan dan akomodasi dalam menjalankan ibadah tersebut.

Sebagai contoh, sarana transportasi. Dalam hal ini tentu sebagian besar memanfaatkan pesawat terbang mengingat jamaah haji berasal dari seluruh pelosok dunia. Penyedia jasa transportasi tersebut baik pemilik maupun pegawai dari berbagai maskapai di seluruh dunia tentunya terdiri dari berbagai kalangan masyarakat muslim dan bukan muslim. Pada saat musim haji tentu para penyedia jasa transportasi tersebut mengalami peningkatan pendapatan.

Belum lagi dengan keperluan² lain seperti hewan kurban. Para peternak dan pedagang hewan kurban pun berasal dari berbagai kalangan muslim dan bukan muslim. Tentu hal ini akan meningkatkan penghasilan mereka mengingat hewan kurban yang dibutuhkan juga dalam jumlah yang sangat besar.

Peristiwa kedua yang memaparkan makna rahmat semesta alam adalah puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Harus diakui bahwa pada saat puasa dan Idul fitri penjualan barang² kebutuhan pokok dan mungkin juga kebutuhan sekunder mengalami peningkatan. Kebutuhan primer seperti makanan dan pakaian mengalami peningkatan, demikian juga dengan kebutuhan sekunder seperti jasa telekomunikasi dan transportasi sebagai salah satu sarana untuk memperlancar silaturahmi. Dan sekali lagi, penyedia barang dan jasa tersebut baik pemilik, pengelola, maupun pegawainya berasal dari seluruh golongan masyarakat muslim dan bukan muslim.

Dari paparan tersebut di atas bisa diambil kesimpulan bahwa peristiwa ibadah haji, puasa dan Idul Fitri berpengaruh luas bagi seluruh golongan masyarakat muslim dan bukan muslim. Seluruh umat manusia merasakan kenikmatan atas peristiwa² tersebut baik kenikmatan material maupun immaterial. Tentu saja apa yang aku sampaikan adalah pemaparan dari sudut pandang sederhana, sudut pandang secara kasat mata sebagai orang yang sedikit pengetahuan agamanya. Masih banyak peristiwa² lain yang menjadi gambaran jelas tentang makna Islam sebagai rahmat semesta alam. Para pemuka agama tentu mempunyai pemaparan yang lebih luas dan mendalam tentang hal tersebut. Namun setidaknya ini menjadi bukti nyata bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi semesta alam.

Advertisements

3 Responses

  1. dear ifah
    Izinkan sedjatee dan keluarga menyampaikan selamat idul fitri
    Mohon maaf lahir dan bathin
    Tak lupa saya kirim parcel, silakan ambil disini
    http://sedjatee.wordpress.com/2009/09/17/sebuah-hitam-dan-putih/

    Salam idul fitri
    Sedjati, ningsih, sedjati jr1, sedjati jr2, sedjati jr3

  2. jadikan rahmat buat semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: