RAHMAT SEMESTA ALAM

Islam hadir di muka bumi adalah sebagai rahmat bagi semesta alam. Islam bukan teroris seperti yang beberapa tahun terakhir ini “menggema” di seluruh belahan dunia. Rahmat bagi semesta alam bermakna amat luas dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup. Sebagai orang yang awam terhadap agama aku memang tidak bisa mengkaji banyak hal dari sudut pandang agama.
Continue reading

AYAH

” Ayah dengarkanlah….Aku ingin bernyanyi walau airmata di pipiku….”

Sayup-sayup aku dengar lagu itu. Larut malam. Kala tak sejenak pun mata ini bisa terpejam. Beberapa hari ini aku mendapat firasat. Alam pun mempunyai tutur sendiri ketika menyampaikan suatu perihal. Tapi aku tak mampu ( dan tak ingin ) menerka makna firasatku. Mengapa kita sibuk meramal masa depan jika Tuhan telah menetapkan segala sesuatu tanpa pernah meminta persetujuan dari kita, begitu kata penyair. Continue reading

ADA APA DENGAN TEMPE?

Semalam aku lihat acara di salah satu stasiun televisi swasta yang mengangkat tema tentang sebuah film berjudul King. Film ini mengisahkan perjuangan seorang anak menjadi atlet bulutangkis, yang terinspirasi dari kisah hidup seorang Liem Swie King. Sebuah film yang membangkitkan rasa nasionalisme. Namun di tengah acara salah seorang bintang tamu mengucapkan kalimat yang menurut saya justru berbanding terbalik dengan rasa nasionalisme itu sendiri. Pernyataan tersebut kurang lebih seperti ini : ” Janganlah kita bermental tempe, bermental pecundang “. Continue reading

KAU!!!

Terkutuk kau di neraka
Pengkhianat
Pecundang
Benalu Continue reading

OH…….THREE CUPS OF TEA

Three Cups Of Tea

Pertama kali aku tau tentang Three Cups Of Tea (TCOT) tepatnya ketika Andy Noya mengulas buku tersebut di programnya. Sayangnya aku ngga berhasil menang kuis yang berhadiah buku tersebut. Sejak saat itu buku tersebut jadi satu²nya yang sangat ingin aku baca. Berbulan-bulan aku ‘setengah mati’ mencari, tapi ngga pernah ketemu. Akhirnya aku menyerah seraya berpikir barangkali berjodoh untuk tau (sekelumit) ceritanya tapi tak berjodoh untuk memiliki bukunya. Atau tak berjodoh untuk memiliki, dan tak berjodoh untuk pinjam dari teman pula. Continue reading

SUFISME

Tasawuf merupakan implementasi pendekatan diri padaNya dalam batas yang sedekat-dekatnya sehingga manusia semakin merindukan dan mencintai Tuhan. Namun bukan tidak mungkin kedekatan itu menjadi peluang kehancuran atas diri seorang sufi. Karena dia berusaha menyatu dengan dzat yang maha kuasa, dan bahkan dia menganggap bahwa dirinya adalah sang maha kuasa itu sendiri.

Padahal tasawuf yang sesungguhnya adalah puncak dari kesadaran seorang hamba yang pasrah atas risalah Tuhan yang diwahyukan melalui RasulNya.
Setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi seorang sufi sejati. Karena Tuhan adalah dzat yang kudus, maka tasawuf mengajarkan sebuah proses penyucian diri yang akan membersihkan hati, pikiran, maupun perbuatan manusia dari hal-hal yang bersifat material dan duniawi.

Aku dan Sang Waktu

Tanpa kusadari di sudut hatiku masih terus tersimpan
Harapan tipis pada sang waktu
Namun ketika sang waktu telah tiba
“Ia” menyatakan akan menghapus perasaannya
Maka aku pun memutuskan
Menggali kenangan itu sendiri
Bukankah itu berarti aku telah bertekad,
Mencerminkan waktu pada perasaanku sendiri?
Karena aku sadar ada suatu titik mati
Yang membuatku harus menyerah
Aku memiliki kenangan dan diriku yang sekarang
Selamanya