AYAH

” Ayah dengarkanlah….Aku ingin bernyanyi walau airmata di pipiku….”

Sayup-sayup aku dengar lagu itu. Larut malam. Kala tak sejenak pun mata ini bisa terpejam. Beberapa hari ini aku mendapat firasat. Alam pun mempunyai tutur sendiri ketika menyampaikan suatu perihal. Tapi aku tak mampu ( dan tak ingin ) menerka makna firasatku. Mengapa kita sibuk meramal masa depan jika Tuhan telah menetapkan segala sesuatu tanpa pernah meminta persetujuan dari kita, begitu kata penyair. Continue reading